berbagi tugas kuliah

Just another WordPress.com site

Tata Penulisan Paragraf Yang Baik

pada 17 Desember 2011

Pengungkapan untuk gaya pengungkapan kalimatnya variasi semacam itu dapat dicapai dengan menggunakan bentyuk inversi, bentuk pasif persona, variasi aktif-pasif, dan variasi panjang pendek. Contoh : 1. Biaya dua miliar rupiah diperlukan untuk melunasi utang perusahan. Variasinya antara lain : – Diperlukan biaya dua miliah rupiah untuk melunasi utang perusahaan. 2. Saya akan melaporkan temuan itu kepada ketua tim. Variasinya antara lain : – Akan saya laporkan temuan itu kepada ketua tim. – Temuan itu, akan saya laporkan kepada ketua tim. Dalam bentuk pasif persona semacam itu, kata ganti orang atau kata ganti persona langsung didekatkan pada kata kerjanya, tidak disisipi dengan unsur lain. Oleh karena itu, susunan bentuk pasif persona seperti berikut tidak benar. – Temuan itu saya akan laporkan kepada ketua tim – Saya akan laporkan temuan itu kepada ketua tim. Susunan bentuk pasif persona seperti (11c) dan (11d) meskipun tidak bernar, banyak digunakan oleh pemakai bahasa. Hal itu tentu sangat patut disayangkan karena ternyat belim banyak disadari bahwa susunan kalimat seperti itu tidak benar, juga susunan kalimat seperti berikut : – Pada bab berikut akan kami uraikan data dan informasi yang diperoleh di lapangan. Seharusnya – Pada bab berikut akan akami uraikan data dan infomasi yang diperoleh di lapangan Urutan yang benar Urutan yang tidak benar Belum saya ketahui Pernah kami laporkan Ingin saya ajukan Akan saya sampaikan Ingin saya sampaikan Saya belum ketahui Kami pernah laporkan Saya ingin ajukan Saya akan sampaikan Kami ingin jelaskan – Minggu depan kami akan mengadakan rapat pimpinan tim. Dalam rapat itu, akan kami bahas berbagai kendala yang dihadapi Seharusnya Minggu depan akan diadakan rapat pimpinan tim dalam rapat itu kami akan membahas berbgai kendala yang dihadapi di lapangan. Sebagai catatan akihr pada bagian ini perlu dikemukakan bahwa dalam proses penyusunan kalimat, pemakai bahasa tidak hanya dituntut untuk mampu dikuasai kaidah tata bahasa. F. Tata penulisan paragraf yang baik Paragraf merupakan rangkaian beberapa kalimat yang mengandung satu kesatuan gagasan. Dalam penulisan bahan ajar. Paragraf dapat dikategorikan sebagai paragraf yang baik jika memenuhi lima kriteria. Kelima kriteria yang dimaksud adalah sebagai berikut : a. Adanya satu kesatuan gagasan Sebagai satu kesatuan gagasan, sebuah paragraf yang baik hendaknya hanya mengandung satu gagasan utama, yang diikuti beberapa gagasan pengembang atau penjelas. Oleh karena itu, rangkaian kalimat yang terjalin dalam sebuah paragraf yang hanya mempersoalkan satu masalah atau satu gagasan utama. Dengan demikian, jika dalam satu paragraf terdapat dua gagasan utama atau lebih. Tiap-tiap gagasan itu seharusnya diungkapkan dalam paragraf yang berbeda. Sebaliknya, jika ada dua buah paragraf hanya mengandung satu gagasan utama, kedua paragraf itu sebaiknya digabungkan menjadi satu. b. Adanya kepaduan hubungan antarkalimat Sebuah paragraf harus memperlihatkan kepaduan hubungan antar kalimat yang terjalin didalamnya untuk mendukung satu kesatuan gagasa. Kepaduan itu dapat dicapai jika jalinan kalimat-kalimatnya seringkali secra rapi dan sistematis. Misalnya dengan menggunakan beberapa sarana perangkat kalimat dalam paragraf. c. Adanya ketuntasan informasi Sebuah paragraf yang baik juga harus dapat mengungkapkan gagasan atau informasi secara tuntas. Artinya paragraf itu harus dpat menyajikan informasi secara lengkap sehingga pembaca tidak dibuat bertanya-tanya tentang kelanjutan ifnromasi yang disampaikan. d. Adanya konsistensi sudut pandang. Sudut pandang aatau cara nuenulis menempatkan diri di dalam tulisannya harus konsisten, termasuk dalam pelibatan pembaca. Kalau ia mewakili dirinya dengan menggunakan kata penulis, pemeriksa, atau peneliti, kata itu hendaknya tetap di gunakan secara konsisten sampai dengan akhir tulisannya. Sebaliknya, kalau penulis menggunakan kata-kata dengan maksud melibatkan pembaca dalam tulisannya. Kata itupun sebaiknya di gunakan secara konsisten sampai pada akhir tulisannya. Begitu pula untuk menjaga keobjektifan. Kalau penulis tidak ingin menampilkan dirinyadlm tulisan, bentuk pasif dapat digunakan secara konsisten sampai selesai. e. Adanya keruntutan penyajian. Informasi di dalam paragraf hendaknya disajikan secara runtut dalam pola urutan yang mudah di ikuti pembaca. Ada beberapa model urutan penyajian informasi dlaam paragram dan tiap model mempunyai kelebihannya masing-masing. Model yang dimaksud antara lain adalah model urutan waktu, urutan tempat, urutan umum, khusus atau khusus-umum, urutan pertanyaan dan jawaban, serta urutan sebab-akibat. G. Teknik pengembangan paragraf Dalam penulisan bahan ajar atau paragraf dapat dikembangkan dengan berbagai cara. Cara atau teknik yang digunakan dalam pengembagan paragraf itu umumnya bergantung pada keluasan pandangan atau pengalaman penulis dan juga matei yang dituils itu sendiri. Meskipun demikian, paling tidak dapat disebutkan adanya bebarapa yang tepat jika digunakan. Untuk mengembankan paragraf, cara yang dimaksud antara lain adalah 1) klasifikasi, 2) defenisi, 3) analogi, 4) pemberian contoh, dan 5) penyajian fakta. 1. Pengembangan dengan klasifikasi Pengembangan dengan klasifikasi yang dimaksud dalam hal ini adalah pengembangan paragraf dengan cara mengkalisifikasi atau mengelompokkan masalah yang dikemukakan. Dengan klasifikasi itu diharapkan pembaca dapat lebih mudah memahami informasi yang disajikan. Sebagai contoh, perhatikan paragraf berikut : 2. Pengambangan dengan defenisi Pengembangan dengan defenisi adalah suatu model pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara memberikan definisi atau pengertian terhadap masalah yang telah dibahas. Contohnya apat diperhatikan pada paragraf berikut : Informasi ialaha suatu pengertian tentang kenyataan, kejadian, atau gagasan yang diekspresikan dengan menggunakan lambangh, lambang yang telah diketahui dan disepakati bersama. 3. Pengembangan dengan analogi Analogi adalah suatu bentuk perbandingan dengan cara menyamakan dua hal yang berbeda sejalan dengan itu, pengembangan dengan nalogi merupakan model pengembangan paragra f yang dilakukan dengan cara membandingkan dua yal yang bebeda untuk untuk memperjelas gagasan yang akan diungkapkan. Analogi yang di manfaatkan sebagai ara pembengan paragaf. Sehubungan dengan pengembangan paragraf, cara analogi lasimnya digunakan untuk memperjelas gagasan yang belum begitu dikenal oleh masayaakat melaluik gagasan atau perbandingan dengan hal yang sudah sangat dikenal. 4. Pengembangan dengan contoh Pengembangan dengan contoh merupakan suatu teknik pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara memberikan beberapa contoh sebagai penjelas gagasan ang dikemukakan. Pengembangan pargraf dengan menyertakan contoh lebih dapat digunakan dalam menjelaskan masalah yang sifatnya absrak atau masalah lain yang sifatnya sangat umum. Sebagai gambaran, perhatikan contoh paragraf berikut: Pembangunan PLTN mulai bermunculan sejak dekade 196-an. Di Amerika misalnya, pembangunan PLTN dimulai sekitar tahun 1960. Kemudian jerman yang membangun fasilitasi itu tahun 1961 dan India serta Asia mulai membangun sejak 19668, sejak itu penempatan nuklir sebagai energi kia meluas. 5. Pengembangan dengan Fakta. Pengembangan dengan fakta merupakan suatu teknik pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara menyertakan sejumlah fakta atau bukti-bukti untuk memperkuat pendapat yang dikemukakan. Para petani di daerah itu pada umumnya sangat rajin. Setiap pagi ketika beberapa pegawai kantor sedang berangkat kerja, para petani didaerah itu sudah bermandikan keringat di sawah dan ladangnya masing-masing . merkea bekerja sejak fajar hingga matahari terbenam. Selain dengan cara-cara yang telah disebutkan diatas, paragraf dapat pula dikembangan dengan cara yang lain, misalnya dengan cara memberikan ilustrasi, analissis, sebab-akibat, alasan. Dan caxra lain sesuai dengna pengalaman penulis. Beberapa ungkatpan tersebut disebut penghubung antar paragraf karena fungsinya untuk menggerakkan hubungan atau untuk menghubungkan antara paragraf yang satu dan paragraf yang lain di dalam sebuah teks. Dalam pemakaiannya ungkapan penghubungan anar paragraf semacam itu harus selalu di ikuti tanda koma. H. Simpulan. 1. Kaidah bahasa indonesai mengatur tiga hal, yaitu penulisan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. 2. Penulisan huruf terdiri atas dua macam, yaitu penulis huruf, penulis kata , dan penggunaan tanda baca. 3. Penulisan kata dibedakan atas kata tunggal dan gab ungan kata. 4. Tiga jenis tanda baca yang produktif, yaitu tanda titi, tanda koma, dan tanda hubung. 5. Pembentukan kata dilakukan dengan pengimbuhan, pengulangan, penggabungan imbuhan, dan pengulangan serta penggabungan kata dasar, atau pengguabungan unsur terikat dan kata dasar. 6. Kriteria pemilihan kata Bahasa Indonesia yaitu ketepatan, kecermatan, dan keserasian. 7. Kriteria kalimat efektif ada lima hal, yaitu : 1) unsur-unsurnya lengkap, 2) informasinya jelas, 3) bentuk dan maknanya sejajar, 4) pilihan katanya cermat, dan 5) polanya variatif. 8. Sebuah paragraf dinyatakan baik apabila memenuhi lima kriteria. 9. Lima cara dalam mengembangkan paragraf yaitu : 1) klasifikasi, 2) defenisi, 3) analogi, 4) pemberian contoh, dan 5) penyajian fakta.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: